KEHADIRAN ANAK PEREMPUAN PERTAMAKU

Dunia seolah berhenti berputar sejenak ketika suara tangis itu memecah kesunyian ruang persalinan. Bagiku, Budhi Sadjalah, momen itu adalah simfoni terindah yang pernah kudengar sepanjang hidup. ​Di sampingku, Intan Putri Pratiwi, sosok wanita hebat yang baru saja berjuang antara hidup dan mati, tersenyum lemas namun matanya memancarkan binar kebahagiaan yang tak terlukiskan. Aku menggenggam tangannya erat, membisikkan ucapan terima kasih berkali-kali ke telinganya. ​Kehadiran yang Dinanti ​Kami telah lama menantikan momen ini. Ruang tengah rumah kami yang biasanya sepi, kini sudah dipenuhi dengan perlengkapan bayi berwarna pastel. Namun, melihat wujud aslinya jauh lebih mengharukan daripada sekadar membayangkan. ​Perawat perlahan meletakkan bungkusan mungil itu di pelukan Intan. Seorang bayi perempuan dengan pipi kemerahan dan jemari yang sangat halus. ​"Dia cantik sekali, Budhi. Persis seperti yang kita doakan," bisik Intan dengan suara parau namun penuh cinta. ​Nama yang Menjadi Doa ​Kami memberikan nama yang telah kami rangkai dengan penuh pertimbangan: Anindira Khayara. ​Anindira: Berarti keberanian. Kami ingin dia tumbuh menjadi perempuan yang teguh dan berani menghadapi dunia. ​Khayara: Berarti bagus atau shalihah. Harapan agar hatinya selalu terpaut pada kebaikan.
​Saat aku menggendongnya untuk pertama kali, ada rasa hangat yang menjalar di dadaku. Beratnya yang hanya beberapa kilogram terasa seperti membawa seluruh isi dunia. Aku berjanji dalam hati, sebagai ayahnya, aku akan menjadi cinta pertama yang tidak akan pernah mengecewakannya. ​Babak Baru Kehidupan ​Malam-malam setelahnya mungkin akan diisi dengan kurang tidur, popok yang menumpuk, dan tangis tengah malam. Namun, saat menatap wajah mungil Anindira yang tertidur pulas, rasa lelah itu menguap begitu saja. ​Aku melihat ke arah Intan, lalu kembali ke Anindira. Di kamar rumah sakit yang tenang ini, aku sadar bahwa gelarku kini telah bertambah. Bukan sekadar suami, tapi seorang Ayah. Dan jujur saja, aku belum pernah merasa sebahagia ini seumur hidupku. ​Selamat datang di dunia, Anindira Khayara. Ayah dan Ibu sangat mencintaimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar